pertemuan
10
ANALISIS DATA
Prinsip Analisis Data
Analisis data
dilakukan dalam tiga bentuk yakni :
Rasio
Adalah besaran hasil
perbandingan antara dua angka.
Sifatnya
relatif dan tidak merupakan indikator besarnya angka yang
dibandingkan.
Menyatakan besarnya
tiap unit angka kedua terhadap unit angka pertama
Bila diperkalikan
dengan suatu Konstanta ( K ) ia
berarti “ Besarnya unit angka pertama
per 100 atau 1000 unit angka kedua”.
Contoh :
“ 50 laki-laki
terhadap 40 perempuan “ berarti 125
laki-laki setiap 100 perempuan.
Atau :
50/40 x 100. à ( index )
Proporsi
Adalah rasio yang
menunjukkan bagian relatif dari angka
total.
Dinyatakan dengan
rumus :
a
----------
a + b
Keterangan
:
a =
laki-laki
b =
perempuan
(a+b) =
Total
Nilainya
tidak pernah mencapai nilai 1 tetapi
hanya berkisar antara 0.0 – 0.99.
Persen
Adalah proporsi yang diperkalikan dengan bilangan konstanta. ( K = 100 )
Dinyatakan dengan rumus :
a
---------- x 100
a
+ b
Contoh :
Diantara laki-laki dan perempuan terdapat 5 %
perempuan
Sifat persen
- Sebagai kesimpulan
- Sebagai standarisasi
- Perbandingan
Rate
Adalah rasio yang
menunjukkan bagian relatif dari angka
total dimana angka total ini adalah mereka yang termasuk mengalami risiko.
Dinyatakan dengan
rumus :
a
---------------------
( a + b ) R
Keterangan :
a =
laki-laki
b =
perempuan
(a+b) =
Total
R =
Risk factor
Nilainya tidak pernah mencapai nilai
1 tetapi hanya berkisar antara 0.0 –
0.99.
Analisis
Data Deskriptip
Data Kategori
·
Univariat
·
Bivariat
Data Kontinu
·
Univariat
·
Bivariat
Analisis Data Deskriptip
Central Tendency (Nilai Tengah)
Mean
Median
Modus
Dispersion (Nilai sebar)
Range
Mean Deviasi
Variance
Standard Deviasi
Standard Error
Nilai
tengah
Ialah suatu nilai
yang terletak paling ditengah dari suatu sebaran nilai dan merupakan wakil dari
nilai-nilai yang ada didalam sebaran tersebut.
Untuk data kategori
hanya ada dua nilai tengah yakni : median dan modus.
sedangkan untuk data
numerik ada tiga nilai tengah yakni : mean, median dan modus
mean
= nilai rata-rata
mean = nilai rata-rata
rumus umum
Data tanpa frekuensi variabel
Σ Xi
Mean =
------------
n
Keterangan :
Xi = Nilai observasi
n = Banyaknya observasi
Contoh :
Hasil pengukuran nilai ujian mata kuliah
biostatistik untuk 5 orang mahasiswa STIK-GIA sebagai berikut : 70; 69; 45; 80;
dan 56
Perhitungan :
70 + 69 + 45 + 80 + 56
Mean
=
------------------------------------
= 64
5
Rumus umum
Data dengan frekuensi variabel
Σ fi (xi)
Mean =
------------
n
Keterangan :
Xi = Nilai observasi
n =
Banyaknya observasi
fi =
Frekuensi Xi
Contoh :
Hasil pengukuran nilai ujian mata kuliah
biostatistik untuk 16 orang mahasiswa STIK-GIA sebagai berikut : 5 orang
memperoleh 70; 6 orang 69; 3 orang 45; 1 orang 80; dan 1 orang 56
Perhitungan
|
(
xi )
|
Frkuensi
( fi )
|
fixi
|
|
70
69
45
80
56
|
5
6
3
1
1
|
350
414
135
80
56
|
|
Jumlah
|
16
|
∑
fixi = 1035
|
Sifat-sifat Meana
Jumlah selisih nilai pengamatan dengan mean adalah
nol à
∑ ( Xi - Mean ) = 0
Dipengaruhi oleh nilai ekstrim
Nilai mean dari beberapa kelompok data yang
masing-masing mempunyai nilai mean adalah :
n1(m1)
+ n2 (m2) + ……. nk(mk)
Mean Gab =
--------------------------------------------------
n1
+ n2 ……. nk
Keterangan :
N = Kelompok data
M = Mean kelompok data
Data
Berkelompok
Nilai observasi tidak dipertimbangkan satu persatu,
tetapi dalam bentuk nilai tengah kelompok kelas.
Langkah-langkah perhitungan sebagai berikut :
Susun
data dalam bentuk kelas dengan interval tertentu.
Tentukan
titik tengah kelas.
Hitung
frekuensi masing-masing kelas.
Perkalikan
frekuensi kelas dengan titik tengah kelas.
Contoh
penyelesaian : Data hasil pengukuran 35 orang
berat badan bayi dengan à tabel penyelesaian sbb :
|
Kelas (BB Bayi = kg)
|
Titik
tengahà
(xi)
|
Frek
(fi)
|
xi.fi
|
|
1.0 -
3.0
3.0 -
5.0
5.0 -
7.0
7.0 -
9.0
9.0 - 11.0
11.0
- 13.0
|
2
4
6
8
10
12
|
1
8
14
9
2
1
|
2
32
84
72
20
12
|
|
JUMLAH
|
35
|
Σ XI.fI = 222
|
Σ fi (xi)
Mean =
------------ = 6,34
N
median
Rumus Umum untuk
Data Yang Ganjil
n + 1
Median = X (
----------- )
2
Keterangan :
X = pengamatan yang ke x
Rumus lain
Median à n = 2k + 1
Keterangan :
n = bilangan
ganjil
k = bilangan
konstan
Contoh
Array Data
Contoh
à Data hasil pengukuran 35 orang Berat Badan Bayi
|
2,7
3,6
3,7
4,0
4,2
4,4
4,8
|
4,9
4,9
5,1
5,2
5,2
5,6
5,9
|
5,9
6,0
6,0
6,0 (Md)
6,4
6,6
6,6
|
6,7
6,8
7,2
7,3
7,3
7,4
7,5
|
7,5
7,6
7,6
8,4
10,2
10,3
11,7
|
Rumus Umum
35 + 1
Median = X (
----------- ) = 18
2
Keterangan :
X = pengamatan yang
ke 18
Rumus lain
Median à 35 = 2k + 1
Keterangan :
n = bilangan ganjil
k = bilangan konstan
Median à 35 = 2k + 1
2k = 35 -1 à
= 34
K = 34/2 = 17
Md = k+1 à
17 + 1 = 18
Rumus Umum
untuk Data Yang GENAP
x (n/2) + x (n/2+1)
Median =
----------------------------
2
Keterangan :
X = pengamatan yang
ke x
Contoh :
Row Data : n = 8 à 4; 12; 5; 7; 8; 10; 10; 9
Array Data 4; 5; 7; 8; 9; 10; 10; 12
x 8
/ 2 ) + x (8 / 2+1)
9
Median untuk n = 8
=
---------------------------- =
----- = 4,5
2 2
Md terletak pada
pengamatan yang ke 4,5 atau pada nilai pengamatan = 8,5
Rumus Umum
untuk Data BERKELOMPOK
N /
2 - fb
Md =
----------------- x c
f(Md)
Keterangan :
N =
Jumlah observasi
Fb =
jml frek. interval kelas dibawah kls median
F(md) = Jumlah
frekuensi kelas median
C =
Ukuran kelas
Tabel
I
Distribusi frekuensi
berat badan dari 35 bayi (Kg ) di Puskesmas Daya Makassar tahun 2003
|
No
|
Berat Badan bayi (kg)
|
Frekuensi
|
|
1
2
3
4
5
6
|
1,0
– 2,99
3,0
– 4,99
5,0
– 6,99
7,0
– 8,99
9,0
– 10,99
11,0
– 12,99
|
1
8
14 * à f (Md)
9
2
1
|
|
JUMLAH
|
35
|
|
|
35 / 2 - 9
Md
= --------------- x 2 = pd
nilai 6,21
14
|
N = 35
fb = 9 à
f(md) = 14
C = 2
Dengan menggunakan
rumus untuk data tidak berkelompok :
35/2 - 9
Median untuk n = 35
= ---------------- x 2 = 18
14
Md terletak pada
pengamatan yang ke 18 atau pada nilai
pengamatan = 6, 21
modus
Adalah nilai pengamatan yang mempunyai
frekuensi terbanyak.
Dapat digunakan untuk mendeskripsikan data
kualitatif
Tergantung dari keadaan pengukuran, maka
suatu distribusi data dapat mempunyai : satu modus, (unimodal, dua modus
(bimodal) atau lebih dari dua modus ( multimodal )
Data tidak
berkelompok
Contoh : 2, 3, 8, 9, 8, 8, à Mo = 8
Data berkelompok
Rumus
Sa
Mo = Bkb + ( --------------- ) x
c
Sa + Sb
Ket.
Bkb = batas kelas bawah dimana modus
berada
Sa
= selisih frek. Kelas modus dengan kelas
diatasnya
Sb
= selisih frekuensi kelas modus dengan kelas dibawahnya
c
= ukuran kelas
Contoh :
Pengelompokan dari
35 berat badan bayi (kg) menurut kelas sebagai berikut :
|
Kelas (BB Bayi = kg)
|
Frek.(fi)
|
|
1.0 – 2.9
3.0 – 4.9
5.0 – 6.9
7.0 – 8.9
9.0 – 10.9
11.0–12.9
|
1
8
14 ( Kelas Modus) *
9
2
1
|
|
JUMLAH
|
35
|
Penyelesaian
Kelas Mo =
Kelas ke 3 à
f = 14
Sa = 14 – 8 = 6
Sb = 14 – 9 = 5
c = 2
Bkb =
5
6
Mo = 5 + (-------) x 2 = 6,1
6 + 5
Penyelesaian
Kelas Mo =
Kelas ke 3 à
f = 14
Sa = 14 – 8 = 6
Sb = 14 – 9 = 5
c = 2
Bkb =
5
6
Mo = 5 + (-------) x 2 = 6,1
6 + 5
Arti dan manfaat
Mean
Meng-asumsikan keberadaan dari nilai numeric : X1, X2,….
Xn dari pengamatan, sehingga jarak antara pasangan pengamatan dapat
diketahui dengan jelas.
Dapat digunakan untuk melakukan pengelompokan atau
pengkategorian data yang diukur menurut skala interval atau rasio kedalaman
kategori-kategori.
Sebagai parameter untuk kepentingan uji statistic
parametric
Median
Sangat baik digunakan apabila distribusi data sangat
miring ( higly skewed )
Sangat bermanfaat untuk digunakan pada penentuan
batas nilai pengelompokan kategori data.
Cocok untuk
data yang diukur dengan skala ordinal, karena cara perhitungannya hanya
didasarkan pada urutan data nilai pengamatan.
Tidak sensitive
terhadap jarak setiap nilai pengamatan atau tidak dipengaruhi oleh nilai
ekstrim.
Modus
Tergantung
dari keadaan pengukuran, maka suatu distribusi data dapat mempunyai : satu
modus ( unimodal ), dua modus ( bimodal ), atau lebih dari dua modus ( multimodal
).
Sangat baik
digunakan untuk data yang diukur dengan skala nominal.
Mean, Median, dan
Modus.
Berfungsi menentukan
keadaan distribusi data hasil pengukuran yakni : apabila nilai mean, median dan
modus berimpit pada satu titik atau mendekati satu titik maka distribusi data
dapat didekati dengan distribusi normal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar