Selasa, 29 Januari 2013

PRINSIP ANALISIS DATA


pertemuan 10
ANALISIS DATA
Prinsip Analisis Data
Analisis data dilakukan dalam tiga bentuk yakni :
*       Analisis bilangan Relatif
*       Analisis Deskriptip
*       Analisis Analitik (Uji Hipotesis)

Rasio
Adalah besaran hasil perbandingan antara dua angka.
Sifatnya relatif  dan  tidak merupakan indikator besarnya angka yang dibandingkan.
Menyatakan besarnya tiap unit angka kedua  terhadap  unit angka pertama
Bila diperkalikan dengan suatu Konstanta ( K )  ia berarti  “ Besarnya unit angka pertama per  100 atau 1000 unit angka kedua”.
Contoh :
“ 50 laki-laki terhadap 40 perempuan “  berarti 125 laki-laki  setiap  100 perempuan.
Atau  :  50/40 x 100. à (  index )

Proporsi
Adalah rasio yang menunjukkan bagian relatif  dari angka total.
Dinyatakan dengan rumus  : 
                                                       a
                                                   ----------
                                                    a + b
                                     Keterangan :
                                     a           =   laki-laki
                                     b           =   perempuan
                                    (a+b)     =  Total
Nilainya  tidak pernah mencapai  nilai  1 tetapi  hanya berkisar antara  0.0 –  0.99.

Persen
Adalah proporsi  yang diperkalikan dengan bilangan  konstanta. ( K = 100 )
Dinyatakan dengan rumus  : 
         a
   ----------   x   100
     a +  b
Contoh :
Diantara laki-laki dan perempuan terdapat  5 %  perempuan
Sifat persen
  1. Sebagai kesimpulan
  2. Sebagai standarisasi
  3. Perbandingan

Rate
Adalah rasio yang menunjukkan bagian relatif  dari angka total dimana angka total ini adalah mereka yang termasuk  mengalami risiko.
Dinyatakan dengan rumus  : 
  a
   ---------------------
 ( a + b ) R
                        Keterangan :
                          a          =   laki-laki
                          b          =   perempuan
                         (a+b)   =   Total
                          R          =   Risk factor

Nilainya  tidak pernah mencapai  nilai  1 tetapi  hanya berkisar antara  0.0 –  0.99.

Analisis  Data Deskriptip
Data Kategori
·         Univariat
·         Bivariat
Data Kontinu
·         Univariat
·         Bivariat

Analisis  Data Deskriptip
Central Tendency (Nilai Tengah)
Mean
Median
Modus
Dispersion (Nilai sebar)
Range
Mean Deviasi
Variance
Standard Deviasi
Standard Error

Nilai tengah
Ialah suatu nilai yang terletak paling ditengah dari suatu sebaran nilai dan merupakan wakil dari nilai-nilai yang ada didalam sebaran tersebut.
Untuk data kategori hanya ada dua nilai tengah yakni : median dan  modus.
sedangkan untuk data numerik ada tiga nilai tengah yakni : mean, median dan modus

mean = nilai rata-rata
*      adalah nilai yang terletak ditengah-tengah dari pada suatu distribusi angka-angka.
*      merupakan nilai yang representatif  untuk suatu data dan paling sering digunakan
*      merupakan penjumlahan nilai-nilai pengamatan dibagi dengan banyaknya pengamatan yang dilakukan
mean = nilai rata-rata
rumus umum
Data tanpa frekuensi variabel
                                          Σ Xi
                       Mean  =   ------------
                                             n
Keterangan :  Xi  = Nilai observasi
                        n   = Banyaknya observasi

Contoh :
Hasil pengukuran nilai ujian mata kuliah biostatistik untuk 5 orang mahasiswa STIK-GIA sebagai berikut : 70; 69; 45; 80; dan 56
Perhitungan :
                     70 + 69 + 45 + 80 + 56
Mean =     ------------------------------------  = 64
                                     5
Rumus umum
Data dengan frekuensi variabel
                                         Σ fi (xi)
                       Mean  =   ------------
                                              n
Keterangan :  Xi  =  Nilai observasi
                        n   =  Banyaknya observasi
                        fi     =  Frekuensi Xi
Contoh :
Hasil pengukuran nilai ujian mata kuliah biostatistik untuk 16 orang mahasiswa STIK-GIA sebagai berikut : 5 orang memperoleh 70; 6 orang 69; 3 orang 45; 1 orang 80; dan 1 orang 56
Perhitungan
( xi )
 Frkuensi  ( fi )
fixi
70
69
45
80
56
5
6
3
1
1
350
414
135
80
56
Jumlah
16
∑ fixi = 1035


Sifat-sifat Meana
Jumlah selisih nilai pengamatan dengan mean adalah nol  à ∑ ( Xi - Mean ) = 0
Dipengaruhi oleh nilai ekstrim
Nilai mean dari beberapa kelompok data yang masing-masing mempunyai nilai mean adalah :
                          n1(m1) + n2 (m2) + ……. nk(mk)
Mean Gab =    --------------------------------------------------
                                   n1 + n2 ……. nk
Keterangan :
N = Kelompok data
M = Mean kelompok data
Data Berkelompok
Nilai observasi tidak dipertimbangkan satu persatu, tetapi dalam bentuk nilai tengah kelompok kelas.
Langkah-langkah perhitungan sebagai berikut :
Susun data dalam bentuk kelas dengan interval tertentu.
Tentukan titik tengah kelas.
Hitung frekuensi masing-masing kelas.
Perkalikan frekuensi kelas dengan titik tengah kelas.
Contoh penyelesaian : Data hasil pengukuran 35 orang  berat badan bayi  dengan à tabel penyelesaian sbb :
Kelas  (BB Bayi = kg)
Titik tengahà (xi)
Frek (fi)
xi.fi
  1.0 -   3.0
  3.0 -   5.0
  5.0 -   7.0
  7.0 -   9.0
  9.0 - 11.0
11.0 - 13.0
2
4
6
8
10
12
1
8
14
9
2
1
2
32
84
72
20
12
JUMLAH

35
     Σ XI.fI = 222
                                         Σ fi (xi)
                       Mean  =   ------------  =  6,34
                                              N
median
*        Adalah nilai pengamatan yang terletak ditengah-tengah dari pada suatu distribusi angka-angka apabila pengamatan disusun dalam bentuk “ Array “
*        Membagi dua hasil pengamatan yang telah di array, sebagian dibawah median dan sebahagian lagi diatas median.
Rumus Umum untuk  Data Yang Ganjil
                                                   n + 1
                       Median  = X   ( ----------- )
                                                       2
Keterangan :
X = pengamatan yang ke  x
Rumus lain
Median à n = 2k + 1
 Keterangan :
 n = bilangan ganjil
 k = bilangan konstan


Contoh Array Data
Contoh à Data hasil pengukuran 35 orang Berat Badan Bayi

2,7
3,6
3,7
4,0
4,2
4,4
4,8
4,9
4,9
5,1
5,2
5,2
5,6
5,9
5,9
6,0
6,0
6,0 (Md)
6,4
6,6
6,6
6,7
6,8
7,2
7,3
7,3
7,4
7,5
7,5
7,6
7,6
8,4
10,2
10,3
11,7

Rumus Umum 
                                                  35 + 1
                       Median  = X   ( ----------- )   = 18
                                                       2
Keterangan :
X = pengamatan yang ke   18
Rumus lain
Median à 35 = 2k + 1
     Keterangan :
      n = bilangan ganjil
      k = bilangan konstan
Median à 35 = 2k + 1
     2k = 35 -1 à = 34
     K = 34/2 = 17
     Md = k+1 à 17 + 1 = 18
Rumus Umum untuk  Data Yang GENAP
                                               x (n/2) + x (n/2+1)
                       Median  =   ---------------------------- 
                                                          2
Keterangan :
X = pengamatan yang ke  x
Contoh :
Row Data   : n = 8 à  4; 12; 5; 7; 8; 10; 10; 9
Array Data                  4; 5; 7; 8; 9; 10; 10; 12
                                             x 8 / 2 ) + x (8 / 2+1)                 9
Median  untuk n = 8  =   ----------------------------  = -----  = 4,5
                                                          2                      2

Md terletak pada pengamatan yang ke 4,5 atau pada nilai pengamatan = 8,5
Rumus Umum untuk  Data BERKELOMPOK
                                           N / 2 - fb
                       Md  =   ----------------- x c 
                                         f(Md)
Keterangan :
N         =  Jumlah observasi
Fb       =   jml frek. interval kelas dibawah kls median
F(md) = Jumlah frekuensi kelas median
C         =  Ukuran kelas

Tabel I
Distribusi frekuensi berat badan dari 35 bayi (Kg ) di Puskesmas Daya Makassar tahun 2003
No
Berat Badan bayi (kg)
Frekuensi
1
2
3
4
5
6
 1,0    2,99
 3,0    4,99
  5,0    6,99
  7,0    8,99
   9,0    10,99
 11,0    12,99
1
8
14 * à f (Md)
9
2
1
JUMLAH
35
           35 / 2 -  9
 Md  = --------------- x 2 = pd  nilai  6,21
                  14

Penyelesaian :
N = 35
fb = 9             à
f(md) = 14
C = 2
Dengan menggunakan rumus untuk data tidak berkelompok :
                                             35/2 - 9
Median  untuk n = 35  =  ----------------  x 2  =  18
                                                  14                  
Md terletak pada pengamatan yang ke 18  atau pada nilai pengamatan = 6, 21

modus

  Adalah nilai pengamatan yang mempunyai frekuensi terbanyak.
  Dapat digunakan untuk mendeskripsikan data kualitatif
  Tergantung dari keadaan pengukuran, maka suatu distribusi data dapat mempunyai : satu modus, (unimodal, dua modus (bimodal) atau lebih dari dua modus ( multimodal )
Data tidak berkelompok
Contoh : 2, 3, 8, 9, 8, 8,   à Mo = 8
Data berkelompok
 Rumus
                                        Sa
                Mo = Bkb + ( --------------- ) x c
                                                Sa + Sb
     Ket.
     Bkb = batas kelas bawah dimana modus berada
     Sa  = selisih frek. Kelas modus dengan kelas  diatasnya
     Sb  = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas dibawahnya
     c    = ukuran kelas
Contoh :
Pengelompokan dari 35 berat badan bayi (kg) menurut kelas sebagai berikut :


Kelas (BB Bayi = kg)
Frek.(fi)
1.0 – 2.9
3.0 – 4.9
5.0 – 6.9
7.0 – 8.9
9.0 – 10.9
11.0–12.9
1
8
14 ( Kelas Modus) *
9
2
1
JUMLAH
35
Penyelesaian
   Kelas Mo       = Kelas ke 3  à f = 14
   Sa                       = 14 – 8 = 6
   Sb                      = 14 – 9 = 5
   c                                           = 2
   Bkb                   = 5
                    6
   Mo = 5 + (-------) x 2 = 6,1
                  6 + 5

Penyelesaian
   Kelas Mo       = Kelas ke 3  à f = 14
   Sa                       = 14 – 8 = 6
   Sb                      = 14 – 9 = 5
   c                                           = 2
   Bkb                   = 5
                    6
   Mo = 5 + (-------) x 2 = 6,1
                  6 + 5

Arti dan manfaat
Mean
Meng-asumsikan keberadaan dari nilai numeric : X1, X2,…. Xn dari pengamatan, sehingga jarak antara pasangan pengamatan dapat diketahui dengan jelas.
Dapat digunakan untuk melakukan pengelompokan atau pengkategorian data yang diukur menurut skala interval atau rasio kedalaman kategori-kategori.
Sebagai parameter untuk kepentingan uji statistic parametric
Median
Sangat baik digunakan apabila distribusi data sangat miring ( higly skewed )
Sangat bermanfaat untuk digunakan pada penentuan batas nilai pengelompokan kategori data.     
  Cocok untuk data yang diukur dengan skala ordinal, karena cara perhitungannya hanya didasarkan pada urutan data nilai pengamatan.
  Tidak sensitive terhadap jarak setiap nilai pengamatan atau tidak dipengaruhi oleh nilai ekstrim.
Modus
 Tergantung dari keadaan pengukuran, maka suatu distribusi data dapat mempunyai : satu modus ( unimodal ), dua modus ( bimodal ), atau lebih dari dua modus ( multimodal ).
  Sangat baik digunakan untuk data yang diukur dengan skala nominal.
        
Mean, Median, dan Modus.
Berfungsi menentukan keadaan distribusi data hasil pengukuran yakni : apabila nilai mean, median dan modus berimpit pada satu titik atau mendekati satu titik maka distribusi data dapat didekati dengan distribusi normal.
       



Tidak ada komentar:

Posting Komentar